AYAT-AYAT CINTA SANG RASUL
Beberapa waktu yang lalu my Riz belikan aqu novel Ayat-ayat Cinta, mungkin sebagai kompensasi dia ga bisa menuhin permintaanqu untuk nemenin nonton bioskop Ayat-ayat Cinta (selain dia ga punya waktu, mgkn juga kurang interest sama film itu ya…kecuali Batman ato James Bond, bakal dibela2in bolos kantor dech..)
Aqu sendiri pengen banget liat filmnya krn tiap hari di TV dan dimana2 orang bahas Ayat-ayat Cinta…hhmm…kayak apa sey kok sampe heboh gitu….(katanya DVD masih bajakan, jd ga bgs gambarnya)
Finally..aqu selesai juga baca novel itu,meskipun sempat terhenti beberapa saat…
Hhmmm…..menurutqu, judul novel itu harusnya bukan ’Ayat-ayat Cinta’ tapi ”Ayat-ayat Cinta Sang Rasul’…kenapa?…..karna tokoh utama yg diceritakan dalam novel itu, very very perfect, extraordinary man, mungkin melebihi sempurnanya Rasul.. Fahri, seorang laki2 muda, tampan, ganteng, pinter, rajin ibadah, soleh, baik hati, lemah lembut, berbudi, dipuja banyak orang, baik tua maupun muda, baik laki2 maupun perempuan…ck..ck..ck….bahkan saking tergila2nya perempuan2 disana, ada yg sampe sekarat/koma krn cintanya bertepuk sebelah tangan..ada yg rela sekedar jadi budaknya krn ga mungkin jadi isteri Fahri….dan diceritakan pula dalam novel itu..semua perempuan cantik, pinter dan konglomerat, semua tergila2 pada Fahri dan kesemuanya menyatakan cintanya ke Fahri…..ck..ck..ck…(lagi)
Dulu aqu kira tokoh khayalan pemuda sempurna itu hanya ada dalam ”Catatan si Boy”…tp ternyata si Boy masih kalah jauh sama tokoh Fahri ini…hehehehee…..ato mungkin sang penulis novel terobsesi menjadi tokoh Fahri…(peace!)
Tapi kelebihan dari novel ini, yg ga bisa aqu ingkari adalah misi dakwah Islam nya…Top Markotop (pinjem propertinya Bondan ) karna bahasa2 islami dan makna yg terkandung di dalamnya sangat argumentatif, meskipun pembaca yg non muslim (novel ini sepertinya memang tersegmentasi hanya untuk kalangan muslimin) pasti akan sering mengernyitkan kening krn banyaknya istilah2 awam bagi mereka…
Kelebihan lain dari novel ini adalah sang penulis bisa membawa kita kedalam suasana disana (Cairo), juga tata bahasa yang sangat friendly, mudah dimengerti…
Dari halaman pertama sampai halaman ke 76 aqu belum melihat adanya konflik ato tema inti dr kisah itu, alurnya terasa sangat lambat (mungkin karna tujuan utama sang penulis adalah membawa misi dakwah islami td), dan menjadi klimaks secara beruntun di akhir cerita, seakan ingin cepat2 mengakhiri kisah.
Aqu ga ngerti, apakah memang harus seperti itu novel2 drama, dimana sang pembaca bisa melompati halaman tanpa tertinggal sedikitpun alur ceritanya (terus terang banyak halaman yg aqu lompati dalam novel itu).
Aqu ga mendeskreditkan bahwa Novel ini jelek….tapi aqu juga ga berapresiasi bahwa novel ini bagus…aqu hanya heran..kenapa kenyataannya novel ini sangat laris di pasaran, bahkan novel yg dibelikan my Riz ini sudah cetakan ke 36….dahsyat…
No comments yet.
Leave a comment
-
Archives
- July 2009 (1)
- March 2009 (2)
- December 2008 (3)
- November 2008 (3)
- October 2008 (3)
- September 2008 (10)
- August 2008 (11)
- July 2008 (10)
- June 2008 (3)
- May 2008 (2)
- April 2008 (2)
- March 2008 (5)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS















